Menghidupkan Budaya Literasi: Perpustakaan Keliling Dispussipda Hadir Menyapa Siswa SMPN 26 Malang

Suasana pagi di SMPN 26 Malang terasa jauh lebih hidup dan berwarna dari biasanya. Halaman sekolah mendadak berubah menjadi ruang baca terbuka yang disesaki oleh rasa ingin tahu yang besar. Kehadiran armada Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang berhasil memantik antusiasme luar biasa dari seluruh siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah momentum penting dalam menggerakkan kembali semangat literasi di lingkungan sekolah. Sejak mobil perpustakaan keliling membuka pintu dan menurunkan koleksi bukunya, para siswa langsung berbondong-bondong mendekat. Berbagai genre bacaan—mulai dari buku cerita bergambar, novel remaja, ensiklopedia sains, biografi tokoh inspiratif, hingga buku keterampilan—langsung diserbu untuk dipilih dan dibaca di tempat.

Menghubungkan Membaca dengan Daya Kritis: Menulis Resensi Buku

Antusiasme siswa tidak berhenti begitu saja pada aktivitas membalik halaman demi halaman buku. Untuk menguji pemahaman sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan menuangkan gagasan, pihak sekolah bersama tim Dispussipda mengajak para siswa untuk mengemas pengalaman membaca mereka ke dalam sebuah resensi buku singkat.

Dengan selembar kertas dan alat tulis di tangan, para siswa tampak serius merangkai kata. Mereka menceritakan kembali inti cerita, menyebutkan tokoh favorit, memetik nilai moral yang bisa diteladani, hingga memberikan ulasan jujur mengapa buku tersebut layak dibaca oleh teman-teman sebayanya. Aktivitas ini melatih mereka untuk tidak sekadar menjadi pembaca pasif, melainkan pembaca aktif yang mampu mengevaluasi dan mengartikulasikan kembali informasi yang mereka serap ke dalam bentuk tulisan yang terstruktur.

Literasi sebagai Fondasi Keseharian

Kegiatan literasi sekolah seperti ini memiliki peranan yang sangat krusial di era digital. Ketika gawai dan arus informasi instan mendominasi keseharian anak-anak muda, buku fisik tetap menawarkan pengalaman kognitif yang mendalam: melatih rentang perhatian (attention span), memperkaya kosakata, serta mengasah imajinasi tanpa batas.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Dispussipda Kota Malang atas kolaborasi yang berkelanjutan ini. Kehadiran perpustakaan keliling secara berkala memberikan akses literasi yang merata, menjembatani keterbatasan, serta membawa bahan bacaan berkualitas langsung ke hadapan para siswa.

Melalui kegiatan terpadu ini, pesan utama yang ingin disampaikan sangatlah jelas: membaca bukanlah beban akademik, melainkan sebuah kebutuhan dan gaya hidup. Ketika literasi sudah mendarah daging dalam keseharian, maka pintu gerbang ilmu pengetahuan akan terbuka lebar, mencetak generasi muda Malang yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas.

Yuk, terus tumbuhkan budaya membaca, jadikan buku sebagai sahabat setia di mana pun berada, dan mari bangun masa depan bangsa yang literatif mulai dari langkah kecil di sekolah! 💙📚

#DispussipdaKotaMalang #PerpustakaanKeliling #GerakanLiterasiSekolah #MKKSSMPNKotaMalang #SMPNKotaMalang #LiterasiDigital #SiswaBerprestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *